Dilema Menjadi Kurir
DILEMA MENJADI KURIR
Belakangan ini banyak sekali berita viral yang membahas mengenai jasa pengiriman. Apalagi di jaman yang semakin canggih ini banyak orang menggunakan teknologi seperti handphone untuk membeli barang atau produk secara online. Semakin banyak orang yang membeli secara online, maka akan semakin banyak juga kurir yang mengantar pesanan online.Namun, belakangan ini publik dihebohkan dengan video yang melihatkan respon pembeli kepada kurir yang tidak terima atas barang yang dia terima.
Belanja online saat ini sudah sangat merebak dikalangan masyarakat, baik di kota, desa bahkan sudah masuk ke daerah perkampungan yang didukung oleh sinyal operator jaringan yang kuat. Berbagai kemudahan didapatkan masyarakat dari belanja secara online. Mulai dari memilih ukuran, merek, warna, dan variasi lainnya sesuai dengan keinginan pembeli. Selain itu, ada vitur COD (Cash On Delivery) yang memudahkan pembeli untuk belanja online dan membayar langsung ditempat. Keuntungan dari belanja dengan menggunakan sistem COD adalah pembeli tidak perlu repot untuk transfer dulu.
Terkait kondisi yang semakin banyak orang membeli secara online, maka semakin banyak juga kurir yang mengantar pesanan yang telah dipesan. Kondisi ini mendatangkan dilema atau tantangan bagi si kurir yang mengantar barang kepada pembeli yang menggunakan sistem COD. Banyak kurir yang menjadi sasaran oleh pembeli karena barang tidak sesuai dengan orderan. Padahal jika kita analisis, kurir hanya bertugas untuk mengantar barang kepada pembeli dibawah perusahaan ekspedisi.
Jika dilihat dari beberapa video viral yang beredar, beberapa orang kurir mendapatkan perlakuan kurang baik seperti dicaci maki, dimarahi, bahkan diancam akan melaporkan ke pihak kepolisian karena barang yang dibeli tidak sesuai dengan yang dijual. Padahal semua itu bukan kesalahan dari kurir. Namun, kurir merasakan imbasnya dari perbuatan yang tidak mereka lakukan.
Selain itu, jadi kurir juga harus banyak sabar. Terkadang ada paket yang harus diantar ke rumah pembeli. Namun, alamat yang diberikan oleh pembeli salah. Sehingga kurir harus mencari kembali alamat yang benar. Ada juga kasus kurir yang mengantarkan paket COD yang dipesan anak kecil tanpa pengawasan dari orang tua. Sehingga, terkadang kurir yang menjadi korban karena paket tersebut dibeli oleh anak kecil. Bahkan ada kurir yang harus menanggulangi paket yang dibeli.
Dalam hal ini sebagai masyarakat yang sudah maju tentunya juga harus dibarengi dengan kemajuan untuk mengetahui aturan sistem pembayaran dari belanja online tersebut sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Disamping itu, seller selaku penyedia barang yang dibeli oleh masyarakat juga harus jujur terhadap barang yang ia jual sehingga pembeli tidak kecewa dan kurir tidak akan kena imbasnya.
Hal ini bisa menjadi pelajaran kepada masyarakat luas agar dapat menjadi smart buyer yang artinya lebih teliti dalam melihat barang dan aturan pembelian. Kepada penjual juga harus mampu terbuka mengenai produk yang dijual serta lebih detail dalam memberikan info terkait barang yang dijual sehingga kurir tidak lagi mendapatkan kendala dalam mengantarkan barang kepada pembeli.
Comments
Post a Comment